LSM BADAI Kawal Masyarakat Kema Ke DPRD Minut

AIRMADIDI www.busernews.com – Puluhan warga Kema III Kecamatan Kema mendatangi kantor DPRD. Pasalnya, kembalinya masyarakat mendatangi Kantor DPRD Minahasa Utara, Senin (12/6/2017) terkait proyek pembangunan jalan di batas Desa Kema dan Desa Lansot yang dianggap merugikan warga.

Kedatangan para warga menuntut lahannya diambil oleh Balai Pemeliharaan Jalan Nasional Wilayah Sebelas Sulut – Gorontalo (BPJN XI Sulut-Go) untuk proyek pelebaran jalan tanpa sosialisasi terlebih dahulu.

Menariknya, warga yang sebelumnya pernah melakukan aksi unjuk rasa pada, Rabu (7/1/2016) dan Jumat (4/3/2016), tahun lalu di Kantor Dewan dan Kantor Bupati telah di diterima Wakil ketua Denny Wowiling  dan Bupati Vonny A Panambunan, tetapi sampai saat ini, tuntutan mereka belum ditindak lanjuti oleh orang berdasi Legislatif dan Eksekutif tersebut.

“Kehadiran kami disini dalam rangka mempertanyakan tindak lanjut DPRD Minut  dan Bupati VAP tentang tuntutan kami terkait proyek pembangunan jalan di desa kami,” kata beberapa masyarakat.

Dari masyarakat meminta pihak BPJN mengganti Rugi tanahnya yang terkena pembebasan paling Minim Rp300.000 ribu /meter. Itu sebanyak 16 kk. karena pada waktu pembebasan, pemerintah tidak pernah bersosialisasi dengan masyarakat.

Ketua LSM Barisan Garuda Indonesia (BADAI) Minahasa Utara, Toar Walukouw yang melakukan pengawalan kepada masyarakat kema mengatakan “Masyarakat sangat mendukung dengan Program pemerintah, tetapi seharusnya  pemerintah lebih memperhatikan masyarakat yang terkena pembebasan lahan.” ujar Toar.

Berikut Video Wawancara.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*