Bupati Halmahera Timur Ditetapkan KPK sebagai Tersangka

JAKARTA BUSERNEWS.com – Dalam pengembangan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun anggaran 2016, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lagi seorang tersangka, yaitu RE (Bupati Halmahera Timur periode 2010 – 2015 dan periode 2016 – 2021) Rabu 31 Januari 2018.
Tersangka RE alis Rudi selaku Bupati Halmahera Timur periode 2010 – 2015 dan periode 2016 – 2021 diduga telah menerima hadiah atau janji padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya.
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menjelaskan, uang suap yang diterima Rudi berasala dari Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara Amran HI Mustary. Sedangkan Uang yang diterima Amran berasal dari para kontraktor yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini. Saut menduga Rudi menerima suap senilai Rp 6,3 miliar dari sejumlah kontraktor untuk melancarkan proyek jalan tersebut.
“Bupati Halmahera Timur RE alias Rudi diduga menerima hadiah atau janji dan gratifikasi yang berlawanan dengan tugas dan kewajibannya,” ucap Saut Situmorang dalam konferensi pers di gedung KPK Jakarta, Kuningan, Rabu (31/1).
Penetapan tersangka terhadap Rudi kata Saut, merupakan pengembangan dari kasus suap Kementerian PUPR yang menjerat sejumlah anggota DPR pada tahun 2016. Rudi merupakan tersangka ke-11 dalam kasus suap Kementerian PUPR.
“KPK telah tetapkan 10 orang terkait proyek ini sebagai tersangka. Enam dari 10 tersangka telah divonis di Pengadilan Tipikor Jakarta,” tandasnya.
(Hms/Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*