Bantuan 1,2 Miliar Untuk Pembangunan RPS Di SMK 5 Manado Diduga Ada Permainan

MANADO BUSERNEWS – Bantuan untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari Kementrian dan kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia direktorat pembinaan SMK untuk pembangunan Ruang Praktek Siswa (RPS) bidang kompetensi keahlian pariwisata sebesar 1,2 Miliar di SMK Negeri 5 Manado, diduga ada permainan.

Pasalnya proyek yang dibangun dari bulan Juli 2017 lalu, sampai saat ini bulan Februari 2018, pekerjaan tersebut, belum juga rampung bahkan sampai saat ini papan proyek tidak pernah terpampang..

Hal ini dibuktikan dengan masih kosongnya gedung bangunan ruang praktek siswa (RPS) yang terlihat baru selesai pengecatan dan tak ada papan proyek dalam lokasi pembangunan gedung.

Kepala Sekolah SMK Negeri 5 Manado Gratianus G S Sentinuwu SPd saat dikonfirmasi mengatakan bahwa, Gedung ini di kerjakan secara swakelola oleh pihak sekolah dengan menelan anggaran sebesar Rp. 558.000.000.

“Anggaran pembuatan gedung ini sebesar Rp. 558.000.000 dan memang belum digunakan oleh siswa. Bahkan alat praktek yang dipesan ke Dinas Pendidikan Propinsi sebesar Rp. 52.136.000 sampai saat ini belum juga diserahkan.” Ujar Sentinuwu saat dikonfirmasi awak media.

Sentinuwu juga sangat menyesalkan sikap dari pihak penanggung jawab kegiatan. Sebab selain pembagunan RPS dari anggaran 1,2 M tersebut dianggarkan pula Bis sekolah yang dipesan dari bulan Agustus 2017 lalu, tetapi sampai detik ini Bis Sekolah belum juga datang.

“Bis itu nantinya akan di pakai siswa untuk praktek siswa dan bis tersebut harus berada dalam lokasi sekolah, tetapi melihat kondisi sekolah sekarang ini sudah tak mampu menampung bis tersebut. Apa ruang RPS nantinya akan di bongkar” keluh Sentinuwu

Lebih lanjut Kepsek membeberkan permasalahan yang ada di sekolahnya sudah pernah di periksa oknum Polisi dari Polda.

“Polisi sudah pernah memeriksa tetapi kata polisi semuanya aman-aman saja dan pesan polisi kalau siapapun yang datang untuk melihat dan menanyakan permasalahan tersebut, oknum polisi meminta kepsek untuk mengatakan kalau ini sudah di periksa dan di tangani pihak kepolisian.” Katanya.

Saat awak media menanyai nama oknum Polisi dari Polda yang telah menangani permasalahan tersebut, Kepsek tak menjawab, dia hanya diam seakan-akan ada yang disembunyikan.
(Ridwan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*