Diduga Bawa 1 Ton Sabu-Sabu, Kapal Sunrise Glory Berbendera Singapura Di Tangkap TNI AL



RIAU BUSERNEWS – Kapal Muatan Sunrise Glory, berbendera Singapura, ditangkap TNI Angkatan Laut di selat Philip, Kepulauan Riau. Kapal ini diduga menyelundupkan narkoba jenis sabu-sabu.

Danlanal Batam, Kolonel Laut Iwan Setiawan membenarkan kabar itu. “Iya, tunggu sebentar ya, saya lagi di jalan,” ujarnya, Jumat (9/2). Menurut informasi yang diperoleh narkoba yang berhasil diamankan TNI AL dari kapal itu sebanyak 1 ton.

Kapal pengangkut ikan GT.70 itu dinakhodai Chen Chung Nan bersama empat anak buahnya. Diidentifikasikan berwarga negara Taiwan, mereka saat ini sedang dimintai keterangan.

Penangkapan kapal asing pengangkut narkoba dalam jumlah besar, bukan kali ini saja terjadi di perairan Kepulauan Riau. Pada Juli 2017, Kapal bernama Wanderlust berbendera Sieraleon juga ditangkap membawa satu ton sabu.

Awak kapal berjumlah 4 orang yang ditangkap juga warga negara Taiwan. Ditangkap di perairan Tanjung Berakit, Pulau Bintan, Kepulauan Riau.

Sedangkan penangkapan kali ini terjadi pada Rabu (7/2). Saat itu, Kapal patroli KRI Siguro-864 sedang patroli sekitar pukul 14.10 WIB, Rabu (7/2).

Petugas melihat kapal berbendera asing dan mendeteksi sedang melakukan aktivitas ilegal di perairan Selat Philip perbatasan perairan Singapura dan Batam.

Saat ditangkap kapal KM Sunrise Glory tidak memiliki dokumen resmi yang dibawa saat berlayar. Hasil pemeriksaan TNI AL, tujuan kapal ini yaitu Malaysia-Taiwan.

Dari hasil penyidikan petugas TNI AL, kapal KM Sunrise Glory pernah berubah nama yaitu Panthom Ship saat berlayar di wilayah Singapura dan mengibarkan bendera Singapura dan berubah nama lagi menjadi KM Sun De Man-66.

Aktivitas kapal ini diduga bukan saja melakukan illegal fishing, juga mengangkut narkoba dengan modus ship to ship. Saat ini, Danlantamal IV masih terus memeriksa nakhoda dan 4 anak buah kapal tersebut. Berikut delapan fakta penangkapan kapal pembawa sabu 1 ton tersebut:

1. Selat Philips. Pada hari Rabu, 7 Februari 2018 pukul 14.00 WIB, KRI Sigurot menangkap Kapal Sunrise Glory di perairan Selat Philips, dengan kordinat 01.08.722 U/103.48.022 T karena melintas di luar TSS dan masuk perairan Indonesia dengan mengibarkan bendera Singapura.

2. Dokumen Palsu. Pada saat pemeriksaan dokumen, yang ada di kapal diindikasikan palsu. Kemudian kapal tersebut ditarik ke Dermaga Batuampar, Batam.

3. Lanal Batam. Pada Kamis, 8 Februari 2018 pukul 16.00 WIB, dilaksanakan serah terima kapal tangkapan dari KRI ke Lanal Batam.

4. Dermaga Batuampar. Pada Jumat, 9 Februari 2018 pukul 15.00 WIB, Kapal Sunrise Glory digeser dari Dermaga Batuampar ke Dermaga Lanal Batam dan selanjutnya dilaksanakan pengecekan terhadap ABK Sunrise Glory oleh Tim WFQR Lantamal IV/Lanal Batam, BNN Pusat, BC Pusat dan BC Batam.

5. Barang Bukti. Pada pukul 18.00 WIB, tim berhasil menemukan barang bukti barkoba berupa sabu-sabu sebanyak 41 karung beras dengan perkiraan 1.000 Kg. Sabu itu ditemukan di atas tumpukan beras dalam palka bahan makanan.

6. WN Taiwan. Mmiliki spesifikasi GT.70 merupakan kapal ikan, memiliki anak buah kapal sebanyak 4 orang dan dinakhodai Chen Chung Nan warga negara Taiwan.

7. Modus. Kapal KM Sunrise Glory kerap diduga berubah nama dan bendera saat memasuki teritorial negara persinggahannya.

8. Berganti Nama. Dari hasil penyidikan petugas TNI AL, kapal KM Sunrise Glory pernah berubah nama yaitu Panthom Ship saat berlayar di wilayah Singapura dan mengibarkan bendera Singapura dan berubah nama lagi menjadi KM Sun De Man-66.
(Joko)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*