DLH Minut Akan Panggil PT Jakon Terkait Dugaan Pencemaran Yang Melanda Tambak Warga Desa Sukur

MINUT BUSERNEWS – Warga di Desa Sukur, Kecamatan Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara (Minut) mengeluh terkait pembangunan proyek Tol Manado-Bitung yang saat ini terkesan membiarkan terjadinya banjir. Mereka menuding proyek tol itu menjadi pemicu banjir yang menggenangi lahan tambak warga, hingga tambak tersebut terjadi pendangkalan.

Mereka meminta pelaksana pembangunan proyek tol harus bertanggung jawab atas banjir bercampur becek yang melanda lahan tambak mereka. Warga menuntut pelaksana proyek tol harus mengganti atas kerugian yang dialami warga.

“Setiap hujan turun, tambak kami selalu kemasukan becek. Bahkan, tingginya sampai setengah meter” ucap warga.

Menurut mereka apabila hujan turun banjir bercampur becek menggenangi lahan warga, dan sekitar 14 tambak warga terkena dampak banjir tersebut.

“Akibat banjir bercampur becek, tambak kami menjadi dangkal dan produksi ikan menurun” ujar mereka seraya menambahkan PT Jakon telah melakukan peninjauan di lokasi yang terkena dampak banjir, tetapi sampai saat ini PT Jakon belum melakukan tindakan sehingga kami melayangkan surat ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Minut.

Sementara pihak PT Jakon saat dikonfirmasi awak media terkait dugaan pencemaran lingkungan, saat ini belum bisa ditemui dan memberikan keterangan sehingga berita ini di publis.

Terpisah Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tinneke Rarung melalui Sekertaris Dinas Jas Longdong, saat diklarifikasi media ini Kamis (22/2/2018) diruang kerjanya mengatakan, pihaknya akan melakukan pemantauan dilokasi terjadinya banjir, dan dalam waktu dekat ini DLH akan mengundang kedua belah pihak.

“Atas dugaan pencemaran lingkungan ini, kami pihak DLH Akan mengundang PT Jakon dan pihak warga yang terkena dampak banjir sekaligus akan melakukan peninjauan dilokasi.” Singkat Longdong.
(Ridwan/Munir)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*