Sosialisasi PT Sinar Sosro Dihadiri Dinas Lingkungan Hidup, Camat, Kumtua Dan Masyarakat

MINUT BUSERNEWS.com – PT. SINAR SOSRO termasuk salah satu perusahaan di Indonesia yang masih dan terus kompetitif hingga saat ini. Melalui produk utamanya Teh Botol Sosro dan beberapa produk alternatifnya seperti Fruit Tea, Joy Tea, dan Teh Celup, saat ini PT SINAR SOSRO telah menjelma menjadi raja produk teh dalam kemasan botol. Popularitas teh botol Sosro tentunya sudah tidak diragukan lagi.

Kali ini masyarakat Minahasa Utara (Minut) kedatangan Investor PT Sinar Sosro yang nantinya akan memberikan banyak kontribusi bagi masyarakat dan pemerintah Minahasa Utara, Pasalnya perusahaan ini telah mendirikan pabrik pembuatan teh yang terletak didesa Watudambo II Kecamatan Kauditan Kabupaten Minut.

Ini dibuktikan oleh perusahaan, dengan mengadakan sosialisasi bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Minut, yang diwakili Sekertaris DLH Jas Longdong didampingi Kabid Pengendalian Pencemaran Dan Kerusakan Lingkungan Hidup Nicko Lumowa S.sos, Camat Kauditan Fentje Warouw, Hukum Tua (Kades) Watudambo Rompas Rotty bersama Sekdes Stella Rotty serta tokoh masyarakat, Rabu (7/2/2018) Diruang rapat kantor PT Sinar Sosro KPB Minut.

Pertama-tama Bapak Judo Sutjahajono Kepala bagian Human Resource Development (HRD) menyampaikan ucapan terima kasih atas undangan yang hadir pada saat ini. Pada kesempatan itu pula beliau memperkenalkan Bagian produksi PT Sinar Sosro BKP Minut Bapak Dewa Erik dan Bagian Quaality Controling PT Sinar Sosro Bapak Baiquni.

Selanjutnya pemaparan tentang profil perusahaan dan cara pembuatan teh serta pemaparan tentang pembuangan limbah oleh Bapak Baiquni.

Sejarah Singkat PT. SINAR SOSRO

Berdiri pada tahun 1974, PT SINAR SOSRO merupakan perusahaan minuman teh siap minum dalam kemasan botol yang pertama di Indonesia dan di dunia. Merek SOSRO yang sudah dikenal di masyarakat, sebenarnya merupakan singkatan dari nama keluarga yaitu Sosrodjojo yang mulai merintis usaha Teh Wangi Melati pada tahun 1940 di Slawi, Jawa Tengah. Pada era 1970-an, sang perintis Sosrodjojo menciptakan diferensiasi produk dengan menjual air teh siap minum dalam kemasan botol. Penciptaan produk ini sekaligus melawan budaya minum teh bangsa Indonesia saat itu yang umumnya dilakukan pagi hari dalam cangkir dan disajikan hangat. Hal ini yang menyebabkan pada awal kemunculannya produk ini tidak banyak dilirik konsumen, bahkan kehadirannya justru dianggap sebuah keanehan. Namun demikian para pengusaha Sosro tidak patah arang, mereka terus mengedukasi pasar bahwa minum teh dalam botol tak kalah nikmat dibanding menyeruput teh dalam cangkir.

Salah satu kekuatan utama Sosro terletak pada kualitas produknya, khususnya pada rasanya. Beberapa konsumen teh botol  yang loyal selalu mengatakan rasa teh botol adalah yang terbaik. Wangi melati tidak terlalu kuat, kekentalan, dan rasa manis yang pas adalah kombinasi terbaik yang dirasakan. Beberapa pesaing dikatakan ada yang tehnya terlalu enteng dan wangi melatinya seperti air rendaman melati. Namun demikian, selain kualitas produk, masih ada beberapa point yang menjadi kekuatan Sosro sehingga dapat diterima dan bertahan hingga saat ini, seperti yang dijabarkan pada bahasan di bawah ini.

Pembuàtan Teh:
Satu proses produksi di Pabrik yang menjadi pokok tinjauan kali ini adalah
Proses Pemasakan Teh Manis Cair Air, sebagai bahan baku utama, yang disterilkan melalui proses water treatment. Air yang mengalami proses water treatment mengalami tiga perlakuan yaitu air disaring dengan pasir kuarsa di tanki 1, kemudian dialirkan ke tanki 2 yang berisi karbon, setelah itu dimasukkan ke tanki 3 yang berisi softener. Setelah melalui proses water treatment, air dimasak hingga 100oC.

Air panas tersebut dialirkan ke tanki teh untuk menyeduh teh wangi yang telah dimasukkan ke dalam tanki teh. Air panas juga dialirkan ke tanki yang berisi gula untuk melarutkan gula menjadi sirup gula. Setelah diseduh, teh dialirkan ke tanki filtrox untuk memisahkan ekstrak teh dari ampas teh. Dari tanki filtrox ekstrak teh dialirkan ke tanki pencampuran. Pada saat yang sama, sirup gula juga dialirkan ke tanki pencampuran. Hasil campuran antara ekstrak teh dan sirup gula menjadi teh manis cair yang siap diisi ke dalam botol melalui mesin filler.

Proses Pencucian Botol:
Botol-botol kosong yang telah kembali dari pasar harus dicuci terlebih dahulu. Krat-krat botol kosong dilewatkan melalui roller yang terhubung dengan conveyor untuk diangkat oleh mesin crater ke lintasan conveyor menuju bottle washer. Botol-botol yang telah melewati mesin crater menuju bottle washer harus disortir oleh operator pos I untuk mengambil botol-botol yang pecah atau gumpil, botol-botol yang terlalu kotor dan sampah seperti sedotan yang ikut terangkat. Kemudian botol-botol dicuci pada mesin bottle washer dimana botol-botol tersebut direndam pada air caustic dengan suhu hingga 90oC untuk membunuh bakteri sekaligus membersihkan botol.

Pada saat akan dikeluarkan dari mesin bottle washer, botol-botol disemprot dengan hot water untuk membilas botol dari sisa-sisa air caustic.Setelah itu, botol-botol bergerak melalui conveyor menuju mesin EBI optiscan. Mesin E.B.I scan berfungsi untuk mendeteksi benda asing yang masih menempel di bagian dalam dinding botol. Kemudian botol-botol melewati pos II, dimana operator pos II bertugas untuk mengambil botol-botol gumpil dan kusam yang terlewat dari pos I dan mesin bottle washer. Botol-botol yang telah melalui pos II akan menuju ke filler, sementara itu teh manis cair dialirkan melalui pipa menuju pasteurizer. Pasteurizer berfungsi untuk memanaskan kembali teh manis cair untuk membunuh bakteri yang terikut pada saat dialirkan melalui pipa.

Kemudian, botol-botol diisi dengan teh manis cair oleh mesin filler dan ditutup dengan crown. Kemudian botol-botol yang telah terisi teh dan ditutup crown akan melewati mesin video jet untuk diberikan barcode tanggal dan jam produksi. Setelah itu, produk jadi tersebut melalui pos III untuk disortir apakah tutup crown telah rapat dan baik, produk yang tidak terkena barcode. Seteleh melewati pos III, produk kemudian diangkat melalui mesin decrater ke crate. Produk yang telah jadi harus diinkubasi atau masa karantina selama tiga hari sebelum dipasarkan.

Pembuangan Limbah:
Sesuai Permen LH no 5 tahun 2014 tentang Baku mutu Air dimana PT Sinar Sosro Telah mendapatkan Sertifikat  laboratorium yang terakreditasi. Berikut pemaparan Instalasi Pembuangan Limbah.

Limbah adalah segala sesuatu bahan yang tidak di pakai lagi yang seharusnya memang baik secara penanaman ataupun pembuangan ke saluran air. Air akan tercemar bila di kenai limbah domestik ataupun non domestik. Berbagai cara telah dilakukan untuk membebaskan pengaruh limbah yang merugikan, karena air merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan. Tujuan utama dari proses pengolahan limbah PT. Sinar Sosro adalah untuk memperbaiki kualitas limbah buangan dari pabrik tersebut, agar memenuhi kelayakan untuk di buang kelingkungan ( ke-ekosistem di sekitarnya) Di PT. Sinar Sosro Minut ada 2 jenis limbah industri yang dihasilkan, Limbah padat dan limbah cair. Limbah padat berupa ampas teh dan limbah cair berupa air bekas pembersihan botol serta sebagai pendukung dalam proses produksi minuman teh botol sosro.
A. Proses Pengolahan Limbah Produksi Pabrik PT Sinar Sosro
1. Limbah Padat
Limbah padat di PT. sinar sosro Minut adalah berupa ampas teh yang nantinya akan dijadikan pupuk tanaman melalui proses pengolahan secara termofil. Termofil yaitu pengolahan dengan menggunakan jamur dan bakteri termofil.
Proses pengolahan limbah padat ini adalah sebagai berikut:
a. Ampas teh
Ampas teh dari sisa penyeduhan di letakkan pada bak atau tempat khusus yang telah disediakan.
b. Pendinginan
Ampas teh yang telah dibiarkan di tanah akan di dinginkan selama satu hari.
c. Penguraian
Penguraian dengan penanaman mikroorganisme pada proses ini diberikan mikroorganisme untuk menguraikan ampas the atau zatorganic.
d. Pembalikan
Setelah melalui proses di atas maka dilanjutkan dengan proses pembalikan dengan waktu seminggu sekali.
e. Kompos
Setelah pembalikan ampas the di biarkan membusuk selama 1 bulan dan kemudian akan menjadi kompos.

2. Limbah Cair
Pengolahan preatreatment
Preatreatment adalah pengolahan awal limbah cair teh yang baru di buang dari pabrik sebelum memasuki proses tahapan utama. Berikut ini adalah tahapan- tahapan pengolahan awal tersebut:
a. Screen press
Alat ini digunakan untuk menyaring, menyeleksi dan membuang kotoran- kotoran dan padatan, seperti sampah pabrik, pipet, kertas, dan lainnya dari limbah.
b. Sump pit
Sump pit adalah bak penampung sementara limbah dari screen press yang memiliki 2 unit pompa (influent pump) yan bertugas memompakan limbah ke bak equalisasi.
c. Cooling tower
Limbah cair yang masuk ke bak equalisasi oleh unit ini didinginkan terlebih dahulu.
d. Bak equalisasi dan agitator
Bak ini adalah tempat menghomogenkan kualitas dan kuantitas air limbah yang masuk ke dalam bak ini serta sebagai tempat untuk prosesasi difikasi melalui fermentasi. Untuk mempercepat homogenisasi maka digunakan agitator. Penambahan bahan nutrisi juga di lakukan untuk makanan bakteri yaitu pupuk urea atau sumber nitrogen dan pupuk super phosphate (sumber posfat).
Pengolahan Limbah secara aerobic.
a. Bak Aerasi
Limbah yang keluar dari proses anaerobic memiliki kualitas limbah yang begitu baik, sehingga bak ini terjadi proses penyempurnaan. Limbah mengalami pengolahan oleh bakteri lumpur aerob, dimana baktteri pengolah materi-materi sisa yang terbiodegradasi pada proses aerobic menjadi CO2 dan sel bakteri baru.
b. Final clarifier
Pada bak ini prosesnya adalah pengendapan dimana Activated ludge dipisahkan dari air limbah yang bersih, lumpur aktif yang mengendap disirkulasi ke bak aerasi, ataupun bila di perlukan disirkulasi kembali ke bak equalisasi. Kotoran-kotoran yang melayang tersapu masuk ke bak effluent untuk di buang, sementara itu, air limbah bersih mengalir secara overflow ke kolam indikator.
(Ridwan/ifuL)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*