Buntut Persoalan Mengunakan Bukti Palsu, Johanes Lapor Ke Polda Sulut

MANADO BUSERNEWS – Kami akan sikat  mereka yang mengunakan bukti palsu, tidak ada kata berdamai dengan para penjahat. 

Hal ini di tegaskan Pengacara terkenal Johanes J Budiman SH saat mengajukan laporan ke Polda Sulut Jumat 9 Maret 2018 dengan nomor STTLP/226.a/III/2018 terhadap HK alias Hengky dengan tuduhan menggunakan bukti palsu di pengadilan.

“Kami sangat berharap agar proses ini segera dituntaskan dengan segera, dikarenakan terlapor HK alias Hengky pada tahun 2010 sudah pernah kami laporkan dan sudah menjadi terpidana.
Hengky sendirikan sudah pernah menjadi tersangka pada tahun dua ribu sepuluh, tetapi sekarang ini juga dia masih lagi dengan membuat permohonan esekusi atas seluruh aset yang notabennya bersangkutan merupakan ahli waris palsu. Dengan menggunakan bukti dan identitas palsu, “ujar Johanis Saat Di wawancarai media ini.

Menurut Johanis, berdasarkan hal tersebut, mereka beranggapan jika siapapun yang dengan sengaja menggunakan barang ataupun bukti Palsu itu bisa kena hukuman penjara. Karena itu dirinya mengharapkan, kepada pihak Kepolisian RI segera dilakukan sikap tegas dengan persoalan tersebut.

“Kami akan mengajukan lampiran ke Badan Pengawasan Mahkamah Agung, dikarenakan kami telah mencium ada permainan dengan permohonan eksekusi yang diajukan oleh klien kami Novie Poluan. Dikarenakan, pada bulan Maret 2017 klien kami sudah mengajukan permohonan eksekusi tetapi sampai saat ini belum dikeluarkan surat Anmaning (teguran). Tetapi kenapa permohonan Esekusi yang diajukan oleh terlapor HK alias Hengky pada bulan Oktober dengan cepat prosesnya berjalan dengan mulus, sampai keluar surat Anmaning dari Pengadilan Negeri Manado. Ada apa ini,”ungkapnya.

Besok mereka akan menghadap yang Mulia Hakim Pengawas Mahkamah Agung untuk segera melakukan pemeriksaan. Apakah yang dasar pertimbangan hukum sehingga, permohonan esekusi yang diajukan oleh Kliennya sejak Bulan Maret 2017 sampai saat ini tidak diproses dan dilakukan eksekusi oleh pengadilan.

“Padahalkan, seluruh persyaratan bersama Adminstrasi sudah kami diselesaikan. Tetapi kenapa sampai saat ini belum dilakukan eksekusi oleh pengadilan,” tandas Johanis.  (Renny)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*