Kapolda Sematkan Pita Bertanda Dimulainya Operasi Keselamatan Samrat 2018 di Sulawesi Utara

SULUT BUSERNEWS – Apel dalam rangka pembukaan Operasi Terpusat Kepolisian bersandikan ‘Keselamatan Samrat-2018’ digelar di halaman Polda Sulawesi Utara, Kamis (1/3/2018).
Dimulainya operasi tersebut ditandai dengan pemasangan pita operasi oleh Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Drs. Bambang Waskito. Tiga perwakilan personil yaitu dari Polri, TNI dan Dinas Perhubungan menerima pemasangan pita operasi sekaligus bekal kesehatan saat pelaksanaan operasi.
Kapolda Sulut saat membacakan amanat Kakorlantas Polri mengatakan, apel gelar pasukan ini dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya, sehingga kegiatan operasi berjalan dengan optimal dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan.
Menurutnya, operasi ini perlu dilaksanakan untuk mewujudkan negara yang tertib dan berevolusi dari segi mental masyarakatnya. “Maka perlu adanya Operasi Keselamatan tahun 2018,” katanya.
Berdasarkan data secara nasional, Tilang tahun 2016 sejumlah 6.272.375 kasus, dan pada tahun 2017 sejumlah 7.420.481 kasus atau ada kenaikan trend (15,47 %).
Untuk Teguran tahun 2017 sejumlah 3.225.098 pelanggaran dan pada tahun 2016 sejumlah 2.225.404 pelanggaran atau ada kenaikan trend (31 %). Sedangkan untuk jumlah kecelakaan lalu lintas tahun 2016 sejumlah 105.374 kejadian dan pada tahun 2017 sejumlah 98.419 kejadian atau ada penurunan trend (-7 %).
Korban meninggal dunia tahun 2016 sejumlah 25.859 orang dan pada tahun 2017 sejumlah 24.213 orang atau ada penurunan trend (– 6 %). Korban luka berat tahun 2016 sejumlah 22.939 orang dan pada tahun 2017 sejumlah 16.159 orang atau ada penurunan trend (-30%).
Korban luka ringan tahun 2016 sejumlah 129.913 orang dan pada tahun 2017 sejumlah 115.566 orang atau ada penurunan trend (-4%). Dan kerugian rupiah tahun 2015 sejumlah Rp. 226.416.414.497,- dan pada tahun 2016 sejumlah Rp. 212.930.883.536,- atau ada penurunan trend (-6%).
Dijelaskan Kapolda, dalam amanat Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, ada ada beberapa hal yang harus dilakukan yaitu bagaimana untuk mewujudkan dan memelihara keamanan, keselamatan dan ketertiban serta kelancaran lalu lintas (kamseltibcar lantas); Meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas; Membangun budaya tertib berlalu lintas; dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik.
“Keempat point tersebut merupakan hal yang kompleks dan tidak bisa ditangani oleh Polantas sendiri, melainkan sinergitas antar pemangku kepentingan menjadi sangat mendasar dalam menemukan akar masalah, dan solusinya yang diterima dan dijalankan oleh semua pihak,” jelas Kapolda.
Dalam melaksanakan amanat Undang-Undang, Polisi Lalu Lintas memiliki fungsi yaitu edukasi (pembelajaran), engineering (rekayasa), enforcement (penegakan hukum), identifikasi dan registrasi pengemudi dan kendaraan bermotor, pusat K3I (komunikasi, koordinasi, dan kendali, serta informasi), koordinator pemangku kepentingan lainnya, memberikan rekomendasi dampak lalu lintas, dan Korwas PPNS.
“Diharapkan jajaran Korlantas Polri mampu mempersiapkan langkah – langkah antisipasi baik secara taktis teknis maupun strategis agar potensi pelanggaran, kemacetan serta kecelakaan lalu lintas yang terjadi dapat diminimalisir sehingga tercipta kamseltibcarlantas yang mantap,” harap Kapolda.
Apel tersebut dihadiri oleh Pejabat terkait lainnya, seperti Dan Pom TNI, Kasat Pol PP, Kepala Jasa Raharja, Kadis Perhubungan dan para Pejabat Utama Polda Sulut.
Operasi ini rencananya akan dilaksanakan selama 21 hari, dimulai pada 5 hingga 25 Maret 2018, dengan jumlah personil yang dilibatkan sebanyak 425 orang dibantu dengan instansi terkait. 
(Fonda/Renny)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*