Kapolda: Jangan Gunakan Koneksi Dalam Seleksi CPNS Polri 2018, Karena Akan Didiskualifikasi

SULUT BUSER NEWS – Peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Polri Tahun Anggaran 2018 di Panitia Daerah (Panda) Sulawesi Utara (Sulut) mengalami peningkatan dibanding tahun 2017.

Hal tersebut dikatakan oleh Kapolda Sulut, Irjen Pol Bambang Waskito, dalam amanatnya saat penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah panitia dan peserta, Rabu (24/10/2018), pagi, di ruang Tribrata Mapolda.

“Animo peserta pada tahun 2017 sebanyak 45 orang dan yang melakukan verifikasi 21 orang. Sedangkan pada tahun 2018 ini, animo peserta seleksi sebanyak 81 orang dan yang melakukan verifikasi di Polda Sulut 56 orang,” jelasnya.

Diketahui, pendaftaran CPNS Polri ini dibuka secara online sejak 26 September hingga 15 Oktober lalu. Tahun 2018 Polri akan merekrut 559 orang, dan untuk Polda Sulut mendapatkan 13 formasi.

Diterangkan Kapolda, penyelenggaraan seleksi dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip “BETAH” (Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis) dan diawasi secara ketat oleh Pengawas Internal dan Pengawas Eksternal.

“Pengadaan CPNS Polri ini merupakan bagian dari fungsi penyediaan personel Polri yang dilakukan melalui berbagai tahapan seleksi, untuk mendapatkan CPNS Polri yang berkualitas. Sehingga seleksinya mengedepankan prinsip BETAH untuk menghindari terjadinya praktek KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme),” tegasnya.

Informasi diperoleh, setelah verifikasi ada beberapa tahap seleksi yang harus dilalui peserta. Antara lain, pemeriksaan administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), pemeriksaan kesehatan, pemetaan psikologi, pemetaan kesamaptaan jasmani, serta penelusuran mental dan kepribadian.

Kapolda yang juga selaku Ketua Panitia Daerah, meminta seluruh panitia untuk menyadari tanggungjawabnya dalam melaksanakan tugas sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sedangkan kepada seluruh peserta, Kapolda menegaskan, jangan percaya pada janji dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab yang menjamin mampu meluluskan menjadi CPNS Polri dengan maksud meminta imbalan.

“Jangan menggunakan sponsor/koneksi dengan cara menghubungi lewat telepon/surat kepada panitia/pejabat yang berwenang melalui orang tua/wali/keluarga atau pihak lain, karena akan didiskualifikasi,” tandas jenderal berbintang dua ini.

Turut hadir dalam penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah panitia dan peserta, yakni Wakapolda Sulut, Brigjen Pol Johni Asadoma, Karo SDM, Kombes Pol M. Iftah Falahadin, para Ketua Tim Seleksi, panitia, Pengawas Internal dan Eksternal serta seluruh peserta seleksi.

(Benny/FND)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*