Kabupaten Bandung – busernews19.com ,Anggota Komisi lX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), H Asep Romy Romaya mengunjungi dapur umum yang, digadang-gadang akan menjadi dapur umum untuk program makan gizi gratis di kecamatan ciparay kabupaten bandung Kamis 16/01/2025. bertempat di jln Raya Laswi .
Dalam giat kunjungan kerja serta tinjau dapur umum dan langsung menemui sekolah yang mendapatkan makan gizi gratis ini di kecamatan ciparay kabupaten bandung. hadir anggota DPR RI Fraksi PKB H Asep Romy , kadis kesehatan , kadis pendidikan , kadis ketahanan pangan kab bandung, badan gizi nsional , serta Forkopimcam juga kepala Desa Serangmekar Kecamatan Ciparay.

Asep Romy mengatakan, program ini sesuai dengan janji Presiden Prabowo Subianto bahwa akan memastikan anak-anak Indonesia mulai dari usia yang paling kecil hingga 18 tahun bisa mendapatkan makan bergizi gratis.
Ia menjelaskan, program ini dalam penerapannya nanti akan disesuaikan dengan waktu pembelajaran setiap anak di masng-masing sekolah.
“Itu akan disesuaikan dengan jam sekolah mereka, untuk PAUD lebih ke pagi hari, atau jam sekolah mereka, sedangkan untuk SD, SMP, dan SMA lebih ke jam makan siang,” katanya
Kepala unit dapur umum ( SPPG ) satuan pelayanan pemenuhan gizi, fahruz menambahkan ,dapur umum dalam program ini memang diharapkan dapat memberikan pelayan kepada 3500 siswa siswi juga meliputi ibu hamil dan menyusui jadi bisa dibayangkan banyaknya lapangan pekerjaan melalui program ini.
Jadi kita ini bukan untuk memberdayakan catering tapi untuk memberdayakan terutama petani dan peternak yang bekerja keras memaksimalkan adanya bahan baku yang kita jadikan sebagai sumber makanan kita,” ujarya
Asep Romy menyebutkan, ini terus diupayakan sehingga dapur-dapur yang sudah ada kiranya bisa terus dikembangkan dan menyediakan pelatihan untuk keberlanjutan dapur umum dalam program MBG.
Ke depan, dapur umum untuk program MBG diharapkan tak hanya dapat memberikan makanan bergizi gratis kepada anak-anak tetapi juga terhadap ibu hamil dan menyusui.
“Tetapi kembali lagi standar dan sistemnya ditentukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN), dan memang tidak bisa mitra dari BGN ini dalam bentuk perusahaan tetapi dalam bentuk yayasan karena ini non-profit istilahnya,”
“Sekali lagi ini belum semua indonesia, belum semua titik, belum semua anak karena kita ketahui APBN-nya kan masih harus diperjuangkan untuk terus ditingkatkan,” jelas Asep Romy. (Dens)




