RANCAEKEK, BUSER NEWS – Festival dan Seleksi Olahraga Tradisional tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Rancaekek digelar di Lapang Sepak Bola Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Kamis, 1 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 300 peserta dari sejumlah sekolah dasar di Kecamatan Rancaekek. Seleksi meliputi lima cabang olahraga tradisional, yakni egrang, tarumpah, dogongan, hadangan, dan sumpitan.

Sesepuh KKG PJOK Kecamatan Rancaekek yang juga Wakasek SDN Adiyasa, Didin Kosasih, S.Pd., menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, olahraga tradisional tidak hanya menjadi sarana aktivitas fisik, tetapi juga memiliki nilai pendidikan dan budaya.
“Kegiatan ini sangat positif untuk menumbuhkan karakter, sportivitas dan kebersamaan peserta didik. Lima cabang olahraga yang dipertandingkan merupakan permainan buhun dan bagian dari budaya Sunda warisan leluhur yang harus terus dijaga dan dilestarikan,” ujar Didin.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Festival dan Seleksi Olahraga Tradisional Kecamatan Rancaekek, Erlin Fajar, S.Pd., yang juga Kepala SDN Bojongloa 01, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mempertahankan keberadaan permainan tradisional di tengah perkembangan zaman.
“Kegiatan ini kami laksanakan sebagai upaya melestarikan budaya dan permainan tradisional agar tidak punah ditelan zaman. Selain itu, kami ingin menanamkan nilai sportivitas, kebersamaan, serta kecintaan terhadap budaya Sunda kepada peserta didik,” kata Erlin.
Ia menambahkan, pelaksanaan seleksi berjalan lancar berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari para guru olahraga, kepala sekolah hingga pengawas pendidikan.

Peserta yang berhasil lolos seleksi selanjutnya akan dipersiapkan untuk mewakili Kecamatan Rancaekek pada tingkat Kabupaten Bandung yang dijadwalkan berlangsung 9 Oktober 2026.
Festival dan seleksi ini diharapkan tidak hanya melahirkan peserta didik yang berprestasi di bidang olahraga tradisional, tetapi juga menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap budaya lokal sebagai bagian dari warisan leluhur yang perlu terus dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (TIM)






