Home Jawa Barat Dandim 0624/Kab.Bandung Bersama Kapolresta Bandung Dampingi Kunjungan kerja Menteri KPK/BKKBN Di Ciparay

Dandim 0624/Kab.Bandung Bersama Kapolresta Bandung Dampingi Kunjungan kerja Menteri KPK/BKKBN Di Ciparay

557
0

Kabupaten Bandung – busernews19.com , Letkol Inf Tinton Amin Putra S.E., bersama Kapolresta Bandung Kombes Aldi Subartono, SH., S.I.K., M.H.,CPHR, mendampingi kunjungan kerja Materi Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Dr. H. Wihaji, S. Ag., M. Pd.,

Kunjungan tersebut dalam rangka peninjauan pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gertasis (MBG) dengan sasaran ibu hamil dan Ibu menyusui di Desa Serangmekar. Kecamatan Ciparay , Kabupaten Bandung, pada Selasa (18/2/2025).

Disela peninjaun , Dr. H. Wihaji, S.Ag.,M.Pd, didampingi Dandim 0624/Kabupaten Bandung, Letkol Inf Tinton Amin Putra S.E., bersama Kapolresta Bandung Kombes Aldi Subartono, SH., S.I.K., M.H., CPHR dan rombongan berkesempatan berdialog dengan SPPG, para Ibu Hamil, Ibu menyusui dan Lansia berdaya, dengan mendengarkan aspirasi mereka, dan memberikan langsung secara simbolis kepada perwakilan Ibu hamil dan Ibu menyusui dan peninjauan langsung Distribusi paket MBG Ibu hamil dan Ibu menyuaui .

Usai berdialog dengan penerima manfaat MBG, Materi Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Dr.H.Wihaji, S.Ag.,M.Pd., di hadapan para awak Media menyampaikan, saya didampingi Pak Nyoto diikuti kerjasama dengan PGN Badan Gizi Nasional dan Pak Dandim,Pak Kapolresta serta Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung, untuk memastikan pendistribusian makanan bergizi grati (MBG) ini khusus untuk ibu hamil dan ibu menyusui serta balita tetap sasaran.

“Karena di situ ada generasi penerus bangsa, kalau dimulai dari ibu hamil dan balita nya di urus oleh negara, nanti akan lahir generasi penerus yang hebat untuk masa depan bangsa,” ujarnya.

Kata Wihaji, sebetulnya Kementerian kependudukan dan pembangunan keluarga /BKKBN telah MOU bekerja sama dengan PGN , berkenaan dengan distribusi MBG khusus ibu hamil, ibu menyusui dan balita . Mereka tidak mungkin tiap hari di Posyandu tidak mungkin tiap hari dapat MBG, karena itu kita pastikan kita punya namanya TPK (Tim Pendamping Keluarga) yang salah satu tugasnya adalah mendistribusikan untuk MBG khusus ibu hamil, ibu menyusui dan balita,” tuturnya.

Wihaji juga menyampaikan, program MBG untuk ibu hamil, bu menyusuai dan balita tidak bisa semua ter akomodir pelan-pelan saja jangan samapai ada masalah . Seperti contoh tadi saya lihat , kita bisa pastikan jangan sampai ketika makanan sudah sampai ke penerima manfaat atau ibu hamil atau menyusui dimakan oleh orang lain . Misalnya jangan sampai dimakan oleh bapaknya suaminya , karena khusus menerima manfaatnya adalah ibu hamil atau menyusui yang disalurkan diantar ke rumah, ” jelas nya.

Lebih jauh Materi Kependudukan dan Pembangunan Keluarga menjelaskan,
Kementerian kependudukan dan pembangunan keluarga kita usulkan datanya jumlah penerima. Jadi nanti salah satunya peruntukannya untuk ibu hamil ibu menyusui dan balita kira kira bulan April sampai 9 Juni kita akan selesai.

“Kita diperintahkan Presiden mungkin melalui PGN, nanti bisa ditanya langsung. Saya fokus khusus distribusi ibu hamil, ibu menyusui dan balita. mereka yang monitoring serta evaluasi disesuaikan dengan jumlah ibu hamil, ibu menyusui juga mungkin balita umur 3 tahun, ” kata Wihaji.   (Dens) 

 

 

.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here